MS

MINE SUITE

Dokumentasi Modul MineGO

Statistik Alat Muat (Loader)

Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data statistik unit

01 Alur Pengolahan Data Statistik Loader

Saat Anda memasukkan nomor unit Loader, tanggal, dan shift kerja, sistem secara otomatis akan menarik data catatan ritase Overburden (OB) atau Hauling (HL) yang valid untuk menjalankan tiga langkah pengolahan berikut:

Langkah 1

Penyaringan & Urutan Waktu

Sistem memilah catatan ritase yang memiliki jam pengangkutan jelas, lalu menyusunnya secara berurutan (kronologis) dari waktu paling awal hingga paling akhir.

Langkah 2

Analisis Jeda Jarak (Gap)

Sistem membandingkan selisih waktu antar ritase. Jika waktu tunggu antar ritase melebihi 30 menit, sistem akan mencatatnya sebagai waktu jeda kosong (Delay Time).

Langkah 3

Kalkulasi Jam Kerja & Performa

Sistem menghitung total durasi kerja operasional dari selisih Hour Meter (HM) unit Loader untuk menentukan angka produktivitas akhir.

02 Metode Rumus Statistik dan Pengamanan Data

Kalkulasi Total Produksi ( Volume / Tonase )

Volume total dihitung dengan mengakumulasikan kapasitas muatan dari seluruh armada truk pengangkut (Hauler) yang melayani unit Loader tersebut.

Rumus Dasar Total Volume / Tonase = Jumlah Keseluruhan Kapasitas Truk Terdata
Fitur Pelindung Kesalahan Input (Anti-Crash): Jika operator atau pengawas lapangan salah mengetik format angka atau mengosongkan kolom kapasitas truk, sistem secara cerdas akan mengabaikan error tersebut dan tetap melanjutkan perhitungan volume data lainnya tanpa membuat sistem terhenti.

Penghitungan Truk Aktif (Sistem Saring Unit Unik)

Sistem tidak sekadar menjumlahkan berapa kali nama truk ditulis dalam daftar ritase, melainkan menghitung jumlah fisik armada aktual yang benar-benar bergerak di lapangan.

Studi Kasus Nyata

Jika truk pengangkut dengan lambung HL-05 bolak-balik melakukan pengangkutan sebanyak 20 kali dalam satu shift, sistem akan mendeteksi bahwa entitas tersebut adalah armada yang sama. Laporan akhir akan mencatatnya sebagai 1 Unit Truk Aktif, bukan 20 truk.

03 Metrik Tampilan Statistik Loader

Seluruh data hasil pemrosesan di atas secara otomatis ditata ke dalam area monitoring manajemen berdasarkan ringkasan variabel berikut:

Area Tampilan Monitor Metrik Operasional Yang Ditampilkan Kondisi / Logika Batasan Data
Statistik Ritase Utama Total Ritase, Jam Mulai Ritase (Start), Jam Selesai Ritase (Finish), serta Rentang Total Waktu Rentang Kerja Truk (Shift Time). Menampilkan tanda "--" jika tidak ada data ritase yang terdeteksi. Rentang waktu kerja dihitung otomatis dari selisih waktu ritase terakhir dikurangi waktu ritase pertama.
Monitoring Jeda & Interval Jarak ritase tercepat (Min Interval), jarak ritase terlama (Max Interval), serta total durasi dan daftar detail waktu kosong (Delay List). Jeda di atas 30 menit otomatis dikelompokkan sebagai Delay operasional, sedangkan jeda di bawah atau sama dengan 30 menit dihitung sebagai interval normal lapangan.
Performa Jam Kerja Efektif Total jam kerja aktual mesin (Activity Time) dan rata-rata kemampuan produksi per jam (Productivity BCM atau TON/Jam). Dihitung murni berdasarkan data Hour Meter (HM Finish - HM Start) dengan sistem pengamanan otomatis jika ada pembulatan menit ke jam.

Statistik Alat Angkut ( Hauler )

Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data statistik unit

04 Alur Pengolahan Data Statistik Hauler

Saat nomor lambung armada Hauler ( Truk Pengangkut ), tanggal, dan shift dimasukkan, sistem secara otomatis menarik data perjalanan Overburden ( OB ) atau Hauling ( HL ) khusus untuk truk tersebut dan memprosesnya melalui tiga tahap berikut:

Langkah 1

Kronologi Jarak & Waktu

Sistem mengumpulkan jam muat beserta jarak buang harian, lalu menyusunnya berurutan dari trip pertama hingga trip terakhir.

Langkah 2

Deteksi Jam Kosong

Sistem memeriksa rentang waktu operasional per jam. Jika dalam waktu 60 menit penuh truk sama sekali tidak mencatat trip, jam tersebut ditandai sebagai Jam Kosong.

Langkah 3

Analisis Waktu Edar ( Cycle Time )

Sistem membandingkan durasi antar perjalanan untuk menghitung waktu edar tercepat, terlama, dan rata-rata setelah dikoreksi dengan jam kosong.

05 Metode Rumus Armada Hauler

Kalkulasi Akumulasi Jarak Tempuh Aktual ( Sistem PP Automatis )

Data jarak dari lokasi pemuatan ke disposal di lapangan umumnya tercatat satu arah ( *One Way* ). Sistem secara otomatis mengonversi data ini menjadi hitungan Pulang-Pergi ( PP ) dengan ketentuan khusus.

Aturan Perhitungan Jarak
  • Trip Berkelanjutan : Jarak otomatis dikalikan 2 ( Dihitung Jarak Pergi + Jarak Kembali ).
  • Trip Terakhir Shift : Jarak hanya dihitung 1 arah ( Hanya Jarak Pergi/Pembuangan Terakhir ).
Perlindungan Data Rusak: Jika kolom kapasitas muat atau jarak terisi teks abnormal atau kosong akibat gangguan sinyal alat, sistem mengisolasi kesalahan tersebut lewat sistem pengaman internal agar akumulasi trip lainnya tetap terhitung dengan tepat.

Koreksi Waktu Edar (Overburden)

Sistem mengoreksi waktu yang digunakan dalam perhitungan performa kecepatan dengan mengeluarkan jam yang benar-benar tidak memiliki catatan ritase. Setiap jam penuh tanpa aktivitas ritase tidak diikutkan dalam akumulasi waktu aktivitas, sehingga waktu tersebut tidak menjadi pembagi dalam perhitungan rata-rata kecepatan. Jarak tempuh tetap dihitung berdasarkan seluruh ritase yang tercatat.

Analisis Waktu Edar (Hauling)

Waktu edar rata-rata dihitung berdasarkan interval antar pencatatan ritase. Perhitungan ini menggunakan jarak dan waktu yang tercatat pada setiap ritase untuk memperoleh gambaran performa hauling secara keseluruhan. Nilai waktu edar dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi operasional selama interval tersebut, seperti waktu perjalanan, antrean, standby, breakdown, service, maupun keterlambatan aktivitas lainnya. Sistem tidak menghilangkan waktu tersebut dari perhitungan, sehingga nilai yang ditampilkan mencerminkan kondisi berdasarkan data ritase yang tercatat.

06 Metrik Tampilan Statistik Hauler

Seluruh hasil kalkulasi performa armada truk pengangkut dialokasikan ke dalam panel pengawasan manajemen dengan parameter berikut :

Metrik Utama Monitor Deskripsi Data Operasional Batasan / Kondisi Logika
Log Jarak Tempuh (Total Distance) Akumulasi total kilometer/meter yang ditempuh armada sepanjang shift kerja berjalan. Menerapkan formula kelipatan ganda (PP) pada seluruh urutan data perjalanan, kecuali pada baris penutup ritase terakhir.
Evaluasi Waktu Edar (Cycle Time) Menampilkan durasi perjalanan tercepat (Min), terlama (Max), serta rata-rata (Average) waktu angkut armada. Diambil dari jarak antar waktu perjalanan yang valid, serta otomatis dikurangi durasi dari daftar jam kerja kosong.
Daftar Jam Kosong (Blank Hour List) Informasi log khusus yang mencatat jam berapa saja armada berhenti beroperasi penuh (0 ritase dalam 1 jam). Hanya memindai waktu operasional di antara jam ritase pertama (Start) hingga jam ritase paling akhir (Finish) pada shift tersebut.

Summary Statistik Alat Muat ( Loader )

Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data summary statistik unit

08 Summary Statistik Alat Muat (Loader)

Saat sistem diperintahkan untuk menarik laporan rekapitulasi berdasarkan rentang periode tanggal yang dipilih, sistem secara otomatis merangkum performa seluruh alat muat aktif melalui tiga tahap pengolahan berikut :

Langkah 1

Identifikasi & Seleksi Unit Aktif

Sistem memilah unit alat muat berdasarkan kode klasifikasi EX (Excavator), PS (Power Sovel), DL (Dragline), atau WL (Wheel Loader) yang terbukti mencatat riwayat pemuatan di lapangan.

Langkah 2

Pengelompokan Lintas Shift & Hari

Sistem menyisir riwayat trip. Setiap kali terjadi pergantian hari atau pergantian shift kerja, sistem otomatis mengunci data kelompok sebelumnya untuk menghitung total akumulasi waktu tertunda (Delay) secara berkala.

Langkah 3

Kalkulasi Parameter Performa Akhir

Sistem mencocokkan total hasil muatan dengan rekap jam kerja mesin Hour Meter ( HM ) dari laporan operasional Overburden ( OB ) dan operasional Hauling ( HL ) untuk mengeluarkan nilai produktivitas murni.

07 Metode Rumus Summary Statistik Alat Muat ( Loader )

Kalkulasi Indeks Produktivitas Alat Muat

Nilai produktivitas gabungan dicari dengan membagi total seluruh volume material ( BCM ) atau Tonase material ( TON ) yang berhasil dimuat dengan total akumulasi jam hidup alat ( Hour Meter ) sepanjang periode berjalan.

Rumus Rekapitulasi Produktivitas (Volume) (Tonase) / HM = Total Akumulasi (Volume) (Tonase) ÷ Total Selisih Jam Kerja Mesin (HM)

Sistem Keamanan & Validasi Silang Data Lapangan

Laporan ini dilengkapi dua lapis pengaman otomatis untuk mengantisipasi kesalahan entri dari lapangan :

Pengaman Nilai Jam Kerja Mesin (HM)

Jika angka akhir jam kerja (HM Finish) terinput lebih kecil dari angka awal (HM Start) akibat salah ketik, sistem otomatis mengabaikan baris data tersebut agar tidak merusak perhitungan rata-rata alat lainnya.

Proteksi Keaslian Unit Terdaftar

Nama unit hanya akan muncul di dalam tabel ringkasan apabila unit tersebut benar-benar memiliki catatan kontribusi perjalanan pembuangan Overburden ( OB ) atau pengangkutan Hauling ( HL ) yang sah pada periode waktu tersebut.

08 Spesifikasi Parameter Ringkasan Laporan Performa

Output akhir dari kalkulasi rekapitulasi ini disajikan ke dalam tabel ringkasan manajemen dengan parameter standarisasi data sebagai berikut:

Nama Kolom Laporan Metrik Informasi Operasional Aturan Pembulatan & Standar Angka
Identitas Unit & Tipe Menampilkan jenis alat muat (Tipe Alat) beserta nomor unit fisik spesifik yang bekerja di area tambang. Berupa teks kategori (Contoh: EX / Excavator) beserta nomor identitas lambung unit resmi.
Total Ritase & Produksi Jumlah akumulasi trip pengangkutan (Ritase) dan total kapasitas volume material batuan dalam satuan BCM. Angka volume produksi diformat rapi dengan pembulatan tetap di belakang koma (2 angka desimal).
Jam Operasional (Total HM) Total akumulasi jam kerja efektif unit yang disaring murni dari aktivitas Overburden (OB). Nilai total jam kerja dikunci dengan format desimal rapi (2 angka di belakang koma).
Akumulasi Waktu Tertunda (Total Delay) Total jumlah menit kehilangan waktu operasional (Jeda kosong di atas 30 menit) yang digabungkan dari seluruh shift kerja selama periode berjalan. Diperoleh otomatis lewat fungsi kalkulasi khusus pengelompokan waktu per hari dan shift.

Summary Statistik Alat Angkut ( Hauler )

Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data summary statistik unit

09 Alur Pembuatan Ringkasan Performa Truk Pengangkut (Hauler)

Saat sistem memproses laporan rekapitulasi performa bulanan atau rentang periode tertentu, seluruh data perjalanan armada truk pengangkut dikumpulkan dan dianalisis melalui tiga langkah otomatis berikut:

Langkah 1

Filter Klasifikasi Truk

Sistem menyaring dan mendeteksi unit angkut berdasarkan kode resmi tambang seperti DT, HDT, OHT, ADT, atau TR yang memiliki catatan perjalanan pengangkutan material.

Langkah 2

Isolasi Interval Antar Shift

Agar tidak terjadi lompatan waktu palsu saat pergantian shift atau hari, sistem mengelompokkan dan mengunci perhitungan waktu perjalanan tepat pada akhir durasi shift kerja masing-masing secara berkala.

Langkah 3

Penggabungan Skala Bulanan

Meskipun perhitungan operasional internal dipisahkan per hari dan per shift, sistem secara otomatis merangkum total volume dan tonase, jarak tempuh, dan jam kerja menjadi satu kesatuan laporan kumulatif.

10 Logika Perhitungan Jarak Kumulatif & Perlindungan Sistem

Metode Akumulasi Jarak Tempuh Bulanan

Data jarak satu arah (*One Way*) yang ada di lembar input lapangan akan diproses ulang oleh sistem berdasarkan urutan blok per shift untuk mendapatkan total jarak pulang-pergi yang riil.

Ketentuan Penyusunan Jarak Rekapitulasi:

Sistem mengumpulkan seluruh data trip terlebih dahulu untuk diurutkan secara kronologis. Jarak perjalanan akan dihitung ganda (Pulang-Pergi) untuk setiap trip yang memiliki perjalanan lanjutan berikutnya. Sedangkan trip penutup di akhir shift hanya akan dihitung satu arah.

Audit & Log Jam Kerja Mesin Otomatis (Hour Meter / HM)

Sistem melakukan audit dan pencatatan per baris data terhadap nilai jam awal (HM Start) dan jam akhir (HM Finish) mesin truk untuk memastikan keaslian durasi kerja.

Fitur Penangkal Kesalahan Data (Tolok Ukur Log): Jika sistem mendeteksi kegagalan konversi angka pada kolom kapasitas muatan atau jarak akibat salah ketik oleh pengawas, laporan tidak akan macet. Sistem akan menerbitkan peringatan internal (*Error Log*) dan tetap melanjutkan akumulasi trip lain dengan aman.

11 Spesifikasi Parameter Summary Hauler

Rangkuman parameter performa akhir dari seluruh armada truk pengangkut yang terkumpul disajikan dalam struktur tabel monitoring berikut :

Variabel Laporan Monitor Metrik Informasi Operasional Validasi Pengamanan Data
Klasifikasi & Identitas Truk Menampilkan kategori jenis armada angkut angkutan berat (Tipe Unit) beserta nomor lambung fisik truk yang beroperasi. Menyaring hanya nama unit yang benar-benar aktif mencatat kontribusi pengangkutan material.
Akumulasi Hasil Angkut Total volume dan tonase yang berhasil dipindahkan oleh armada selama periode berjalan. Diperoleh dari penjumlahan otomatis kapasitas truk, dengan sistem pengaman jika kolom data tidak sengaja terisi format non-angka.
Rekapitulasi Ritase Harian Jumlah total perjalanan bolak-balik (ritase) yang berhasil diselesaikan oleh armada angkut dalam satu rentang waktu. Otomatis bertambah 1 untuk setiap baris waktu catatan perjalanan yang sah dan lolos verifikasi jam.
Total Jam Kerja Mesin (Total HM) Akumulasi waktu hidup mesin efektif truk angkut yang dialokasikan pada operasional. Hanya menjumlahkan selisih jam jika nilai pengisian akhir (HM Finish) terbukti lebih besar atau sama dengan awal (HM Start).