K P I (Resume)
Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data KPI
01 Alur Analisis Indikator Kinerja Utama (KPI) Alat Berat
Saat sistem diperintahkan merangkum laporan kinerja (KPI Resume), sistem akan menyisir seluruh status unit di lapangan dan mengukur tingkat kesiapan serta pemanfaatan alat melalui tiga tahap otomatis berikut:
Penggabungan Status Lintas Tabel
Sistem mengumpulkan daftar nomor lambung unit dari 4 kondisi lapangan yang berbeda: Tabel Operasi (Operation), Tabel Siaga (Standby), Tabel Perawatan Ringan (Service), dan Tabel Rusak/Mogok (Breakdown).
Saringan Unit Unik Lintas Shift
Sistem menyatukan data agar setiap unit hanya dihitung satu kali per tanggal dan per shift kerja. Hal ini mencegah terjadinya pencatatan ganda atau tumpang tindih status alat.
Kalkulasi 4 Standar Parameter KPI
Durasi jam dari masing-masing status dipertemukan dengan target jam rencana kerja (Schedule Jam) untuk mengalkulasi persentase efisiensi unit secara riil.
02 Metode Rumus Kinerja Tambang dan Batasan Pengaman Angka
1. Metode Perhitungan Persentase KPI Operasional
Sistem menggunakan empat standar industri tambang berikut untuk mengukur performa alat berat:
Mengukur seberapa maksimal unit yang siap dipakai digunakan untuk bekerja.
Rumus: (Jam Operasi ÷ Jam Siap Pakai) × 100%Menilai performa tim mekanik dalam menjaga alat dari kerusakan dan perawatan harian.
Rumus: ((Target Jam - Perawatan - Rusak) ÷ Target Jam) × 100%Melihat kesiapan fisik total armada terlepas dari waktu perawatan rutin bulanan.
Rumus: ((Target Jam - Jam Rusak) ÷ Target Jam) × 100%Menunjukkan persentase total waktu kerja riil alat dibandingkan total rencana jam kerja.
Rumus: (Jam Operasi Efektif ÷ Target Jam) × 100%2. Sistem Normalisasi Batasan Angka (Anti-Abnormal Data)
Untuk menghindari terjadinya anomali grafik akibat salah input jam kerja di lapangan yang melebihi batas rasional, sistem menerapkan dua lapis pengaman otomatis:
Pada perhitungan EA, jika jam operasi aktual di lapangan terinput lebih besar dari rencana kerja bulanan (Jam Operasi > Schedule Jam), sistem secara otomatis memotong angka operasi tersebut menjadi setara dengan target kerja utama agar persentase tetap akurat.
Sistem secara ketat mengunci hasil akhir persentase KPI. Jika hasil rumus menghasilkan nilai di bawah 0% (negatif) atau melambung di atas 100%, sistem otomatis mengoreksi dan mengembalikannya ke batas aman mutlak yaitu 0% paling rendah dan 100% paling tinggi.
03 Spesifikasi Matriks Rekapitulasi Nilai KPI Manajemen
Rangkuman laporan indikator performa unit alat berat ini disajikan ke layar monitoring manajemen dalam format tabel data dengan struktur parameter sebagai berikut:
| Grup Data Monitor | Metrik Informasi Operasional | Logika Sumber & Kondisi Keamanan |
|---|---|---|
| Durasi Kerja Riil (Operation Time) | Total jam kerja aktif unit yang dihitung berdasarkan pemakaian mesin di lapangan. | Dihitung khusus dari Tabel Operasi (tabel_operation) menggunakan selisih angka Hour Meter mesin (HM Finish - HM Start). Data hanya ditambahkan jika angka akhir terbukti lebih besar atau sama dengan angka awal. |
| Waktu Bersiap (Standby Time) | Durasi waktu di mana unit dalam kondisi sehat dan siap operasi, namun terhenti karena menunggu antrean Truk atau instruksi lapangan. | Ditarik dari Tabel Siaga (tabel_standby) dengan menghitung selisih waktu dari kolom Jam Standby hingga unit kembali siap di kolom Jam Ready. |
| Waktu Perawatan (Service Time) | Durasi waktu hilangnya operasional akibat unit harus masuk ke workshop untuk jadwal perawatan rutin atau perbaikan ringan berkala. | Ditarik dari Tabel Perawatan (tabel_service) dengan menghitung selisih waktu dari kolom Jam Service hingga unit selesai dirawat di kolom Jam Ready. |
| Waktu Kerusakan (Breakdown Time) | Total jam kehilangan produksi yang disebabkan oleh unit mengalami kerusakan fatal mendadak atau mogok di lokasi tambang. | Ditarik dari Tabel Rusak (tabel_breakdown) dengan menghitung selisih waktu dari kolom Jam Breakdown hingga unit dinyatakan selesai diperbaiki di kolom Jam Ready. |
| Pengaman Lintas Tengah Malam (Mid-shift Protection) | Fitur koreksi otomatis untuk menjaga akurasi durasi waktu apabila jam operasional melewati pukul 00:00 malam. | Berlaku untuk Tabel Standby, Service, dan Breakdown. Jika waktu selesai tercatat lebih kecil dari waktu mulai (karena berpindah hari), sistem secara cerdas akan menambahkan waktu 24 jam (1440 menit) pada jam selesai agar perhitungan durasi total jam kerja tetap akurat dan tidak bernilai minus. |
K P I (Summary)
Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data KPI
01 Alur Konsolidasi Ringkasan KPI Kumulatif Unit
Saat Anda menarik laporan ringkasan KPI untuk periode bulanan atau rentang tertentu, sistem secara otomatis mengonsolidasikan seluruh catatan performa harian dari setiap armada melalui tiga tahap pengolahan berikut:
Pemindaian Kehadiran Lintas Status
Sistem menyisir riwayat dari 4 kondisi lapangan (Operasi, Siaga, Perawatan, Rusak). Jika nomor unit muncul di salah satu kondisi pada shift tersebut, maka shift kerja itu dianggap terdaftar sah.
Peleburan Data ke Skala Unit
Sistem melebur seluruh data terpisah lintas hari dan lintas shift. Semua durasi jam kerja, siaga, perawatan, dan rusak dilebur ke dalam satu akun kumulatif milik nomor lambung armada tersebut.
Akumulasi Target Kerja & Nilai Akhir
Sistem menghitung total target rencana kerja berbasis jumlah kehadiran shift aktual, lalu menghitung skor akhir indikator utilisasi dan kesiapan mekanis alat berat.
02 Logika Target Jam Rencana Berbasis Shift Aktual
1. Metode Perhitungan Target Rencana Kerja Fleksibel (Pro-Rata Schedule)
Sistem tidak menggunakan angka target bulanan statis yang dipukul rata. Nilai total rencana jam kerja (Total Schedule) dihitung secara proporsional murni berdasarkan berapa kali unit tersebut benar-benar ditugaskan di lapangan.
*Artinya, jika sebuah unit dijadwalkan 12 jam per shift dan hanya terdeteksi masuk bekerja sebanyak 20 shift dalam sebulan, maka pembagi target kerjanya terkunci di angka 240 jam kerja, bukan hitungan hari kalender penuh.
2. Sistem Keamanan Akumulasi Waktu Lintas Shift
Proses penggabungan data ini diproteksi oleh fungsi hitung eksternal harian yang mendeteksi pergantian hari otomatis. Durasi jam operasi, siaga, perawatan, dan kerusakan dari shift 1 dan shift 2 dari tanggal-tanggal sebelumnya dijumlahkan secara konstan ke dalam sub-total parameter masing-masing unit tanpa ada risiko data tertimpa atau hilang.
03 Spesifikasi Matriks Ringkasan KPI Akumulatif Per Unit
Output akhir dari konsolidasi rekapitulasi indikator performa kumulatif ini ditampilkan dalam struktur tabel monitoring manajemen berikut:
| Variabel Rekap Bulanan | Metrik Informasi Operasional | Logika Sumber & Aturan Data |
|---|---|---|
| Identitas Tunggal Armada | Kategori tipe unit (Contoh: HDT / DT) beserta nomor lambung fisik spesifik. | Peleburan mengeliminasi kolom baris tanggal dan shift harian, sehingga memunculkan 1 baris laporan unik untuk setiap 1 nomor unit. |
| Log Total Penugasan (Jumlah Shift) | Akumulasi total berapa kali shift kerja unit terdeteksi aktif beroperasi atau terdaftar di area tambang sepanjang rentang periode. | Nilai otomatis bertambah 1 untuk setiap kecocokan kombinasi unik tanggal + shift yang terekam pada pemindaian awal status alat. |
| Total Rencana Jam Kerja (Schedule Kumulatif) | Total target jam operasional bersih yang dibebankan kepada unit sepanjang bulan/periode berjalan. | Dihitung otomatis dari perkalian variabel jumlah_shift dengan parameter standar jam rencana kerja per shift yang dimasukkan manajemen. |
| Akumulasi Durasi Jam Status | Total penjumlahan jam kerja riil (Operation), siaga (Standby), perawatan (Service), dan kerusakan (Breakdown). | Nilai diperoleh dari akumulasi penjumlahan hasil fungsi hitung durasi jam spesifik harian yang dilakukan secara terus-menerus selama proses perulangan data. |
| Indeks Kesediaan & Utilisasi Kumulatif | Skor persentase rata-rata tertimbang akhir untuk performa penggunaan dan kesiapan mekanis seluruh unit (UA, MA, PA, EA) dalam satu periode penuh. | Dihitung pada tahap akhir perulangan menggunakan nilai total durasi jam kumulatif yang sudah bersih. Rumus otomatis dikunci oleh sistem pengaman agar hasilnya **tidak bernilai minus (< 0%)** dan **tidak melebihi batas maksimal (100%)** jika terjadi kesalahan ketik jam di lapangan. |