Halaman ini menyajikan perhitungan otomatis indikator kinerja utama (KPI) untuk seluruh unit berdasarkan kombinasi data waktu lapangan (LogSHIFT), waktu mesin (MCClog), dan total jam kerja terjadwal yang ditentukan secara fleksibel oleh pengguna.
A. Parameter Alokasi Waktu (Time Utilization)
Bagian ini mengukur pemanfaatan waktu unit berdasarkan catatan aktivitas aktual di lapangan:
🔹 Operating: Total jam kerja bersih saat unit aktif melakukan produksi (overburden atau hauling) di lapangan.
🔹 Available: Total waktu di mana unit siap beroperasi secara fisik di lapangan (tidak sedang rusak/servis).
🔹 Undefined: Jeda waktu yang belum terklasifikasi oleh sistem sepanjang giliran kerja. Metrik ini sangat berguna bagi pengawas untuk mengaudit kedisiplinan administrasi pencatatan data lapangan.
🔹 UA (Utilization of Availability): Persentase efisiensi pemanfaatan waktu unit yang siap pakai untuk digunakan bekerja memindahkan material.
Bagian ini melakukan pembandingan (cross-check) data lapangan dengan kondisi angka jam kerja mesin aktual:
🔹 HM-Time Utilization (Operating, Available, UA): Perhitungan ulang metrik utilisasi yang basis datanya ditarik langsung dari angka Hour Meter (HM) fisik alat berat.
🔹 HM-Time GAP (GAP Operating): Selisih atau gap antara jam operasi lapangan vs jam operasional mesin (HM). Jika angka GAP terlalu tinggi (misal: > 0.50 jam), ini menjadi alarm bagi manajemen bahwa ada indikasi unit menghidupkan mesin terlalu lama tanpa melakukan aktivitas kerja (idle/stasioner) atau adanya ketidakakuratan input data timesheet lapangan.
🔹 Standby, Service, & Breakdown: Menampilkan akumulasi durasi dalam satuan jam saat unit harus berhenti beroperasi akibat kendala non-teknis (Standby), perawatan terjadwal (Service), maupun kerusakan mendadak di lapangan (Breakdown). Data ini tersinkronisasi langsung dari input aplikasi MCClog.
Indikator utama yang digunakan oleh tim manajemen dan mekanik untuk mengevaluasi kesehatan fisik armada alat berat:
🔹 MA (Mechanical Availability): Persentase kesiapan mekanis alat dengan mengesampingkan hambatan operasional (standby). Menilai seberapa tangguh performa tim mekanik dalam merawat alat.
🔹 PA (Physical Availability): Persentase kesiapan fisik unit secara total untuk beroperasi, dihitung dengan menjumlahkan waktu kerja dan waktu standby berbanding waktu total tersedia.
🔹 EA (Effective Utilization): Persentase pemanfaatan total waktu kerja unit yang efektif berbanding lurus dengan seluruh total waktu terjadwal (Schedule) yang dialokasikan perusahaan.
Halaman ini menyajikan rangkuman total indikator kinerja utama (KPI) per unit yang diakumulasikan sepanjang periode bulan berjalan. Seluruh data dari berbagai shift dan tanggal telah digabungkan untuk memberikan gambaran performa jangka panjang alat berat
A. Kontrol Jadwal & Akumulasi Waktu (Accumulated Schedule)
🔹 Recorded Shift : Menunjukkan jumlah total shift operasional yang berhasil direkam dan disinkronisasikan oleh unit tersebut selama bulan berjalan (misal: 5 atau 6 Recorded Shift).
🔹 Schedule Time : Akumulasi total jam kerja yang dijadwalkan oleh perusahaan untuk unit tersebut sepanjang periode berjalan (misal: 55.00 Jam). Angka ini dihitung secara otomatis berdasarkan input Schedule harian yang ditentukan user dikalikan jumlah shift yang terekam.
Menampilkan total durasi (dalam satuan desimal jam) dari seluruh aktivitas yang tercatat di lapangan sepanjang bulan berjalan:
🔹 Operating & Available : Akumulasi total jam kerja bersih (Operating) dan jam kesiapan alat di lapangan (Available) selama periode berjalan (misal: 40.92 jam).
🔹 Undefined : Total akumulasi waktu kosong yang belum terisi klasifikasinya di lapangan sepanjang bulan berjalan (misal: 14.08 jam). Angka akumulasi yang tinggi di kolom ini menjadi sinyal bagi manajemen bahwa pengawasan administrasi *timesheet* harian di lapangan perlu diperketat.
🔹 HM-Time Utilization : Menampilkan rangkuman total jam operasi berdasarkan putaran mesin aktual (*Hour Meter*) yang ditarik dari database MCClog (misal: 43.80 jam).
🔹 GAP Available : Nilai akumulasi selisih antara kesiapan lapangan dengan jam mesin aktual. Jika angka menunjukkan minus pudar (seperti -2.12 atau -2.55), ini mendeteksi adanya akumulasi waktu *idle* (mesin tetap hidup/stasioner dalam waktu lama namun unit tidak mencatatkan ritase produksi di lapangan). Ini adalah metrik utama untuk mengaudit pemborosan bahan bakar bulanan.
🔹 CATATAN GAP : "Angka 2,88 adalah 2 jam penuh ditambah 88% dari 60 menit, yaitu 52,8 menit (dibulatkan menjadi 53 menit). Dan totalnya adalah 120 menit + 53 menit = 173 menit."
Persentase evaluasi akhir yang menentukan apakah unit tersebut menguntungkan perusahaan atau justru merugikan sepanjang bulan berjalan:
🔹 MA & PA (100.0%): Menunjukkan bahwa secara mekanis dan fisik, unit selalu siap beroperasi penuh setiap kali dijadwalkan, tanpa adanya catatan kerusakan (*Breakdown*) atau servis besar di bulan berjalan.
🔹 EA (Effective Utilization Bulanan): Nilai rapor akhir efisiensi unit terhadap total waktu yang disediakan perusahaan (misal: 79.6% hingga 81.6%). Manajemen menggunakan standar persentase EA bulanan ini sebagai acuan utama untuk menentukan apakah jumlah populasi alat di *site* sudah ideal atau perlu dikurangi/ditambah.