Fuel Consumption
Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data konsumsi BBM
01 Alur Audit & Pengolahan Bahan Bakar (BBM)
Saat sistem memproses laporan konsumsi bahan bakar bulanan, data pengisian solar (*refueling*) disandingkan langsung dengan jam kerja mesin (Hour Meter) melalui tiga tahap audit otomatis berikut:
Penarikan Batas Periode
Sistem secara otomatis mengunci rentang waktu dari tanggal 1 awal bulan hingga tepat sebelum tanggal 1 bulan berikutnya untuk memisahkan siklus pembukuan BBM.
Pengelompokan Jenis Aktivitas
Jam kerja total mesin (HM Total) dari setiap unit dipecah ke dalam tiga kategori aktivitas utama di lapangan: OB (Overburden), HL (Hauling), dan GN (General).
Alokasi & Rasio Performa
Total liter solar yang masuk ke tanki unit dibagi secara adil berdasarkan persentase durasi masing-masing aktivitas, lalu dihitung rasio efisiensi Liter per Jam (L/HM).
02 Logika Distribusi Bahan Bakar & Standar Efisiensi
1. Prinsip Distribusi BBM Berdasarkan Proporsi Jam Kerja (HM)
Karena satu unit alat berat dapat melakukan beberapa jenis pekerjaan dalam satu bulan pengisian BBM yang sama, volume solar dialokasikan menggunakan rumus persentase durasi kerja nyata.
2. Estimasi Solar Terpakai = Total Solar Masuk × Persentase Waktu
3. Rasio Efisiensi (L/HM) = Estimasi Solar Terpakai ÷ Jam Kerja
2. Pengaman Transparansi Data & Log Audit Lapangan
Sistem pelaporan ini memiliki fungsi audit silang otomatis untuk memastikan tidak ada data fiktif pengisian BBM di lapangan
Sistem hanya akan memproses dan menampilkan unit yang terbukti memiliki jam kerja aktif Aktivitas ( HM Aktivitas > 0). Unit yang tidak bergerak pada bulan tersebut otomatis dieliminasi dari laporan.
Sistem otomatis mengambil dan memeriksa baris riwayat data operasional awal setiap kali proses dijalankan untuk memverifikasi kecocokan antara laporan ritase dengan jam awal-akhir meteran mesin (*Hour Meter*).
03 Spesifikasi Matriks Rekapitulasi Bahan Bakar Bulanan
Hasil penggabungan audit jam kerja dan distribusi solar ditata ke dalam tabel monitoring manajemen dengan variabel data sebagai berikut :
| Parameter Laporan | Deskripsi Data Operasional | Logika & Metode Pengolahan |
|---|---|---|
| Identitas & Tipe Unit | Nomor lambung fisik beserta kategori jenis unit alat berat (Contoh : Loader/Hauler). | Diambil langsung dari pusat data pencatatan aktivitas harian tambang. |
| Log Jam Mesin (HM) | Mencakup info HM Awal, HM Akhir, serta total akumulasi jam kerja bersih berdasarkan aktivitas. | Mengunci nilai terendah sebagai titik awal operasional dan nilai tertinggi pada bulan tersebut sebagai titik penutup. |
| Distribusi Porsi Kerja (%) | Nilai persentase perbandingan durasi kerja unit antara aktivitas Overburden (OB), angkutan Hauling (HL), dan kerja umum (GN). | Dihitung otomatis untuk memastikan total pembagian porsi pas menyentuh angka 100%. |
| Log Refueling Solar (Total Fuel) | Jumlah keseluruhan liter solar yang diisi ke dalam unit serta berapa kali frekuensi pengisian (*Jumlah Refueling*) terjadi. |
Fuel Ratio
Dokumentasi alur kerja dan pengolahan data ratio BBM
01 Alur Analisis Rasio Bahan Bakar (BBM)
Saat sistem memproses laporan rasio penggunaan bahan bakar bulanan, data produksi volume dan tonase disilangkan langsung dengan catatan distribusi solar untuk menilai efisiensi setiap unit melalui tiga tahap otomatis berikut :
Penggabungan Posisi Kerja
Sistem secara bersamaan mengumpulkan data produksi dari dua posisi alat berat sekaligus, yaitu unit penambang (Loader) dan unit pengangkut (Hauler).
Sinkronisasi Tipe & Log
Sistem melacak jenis identitas unit langsung dari rekap harian lapangan, lalu menghitung total frekuensi operasional berdasarkan jenis aktivitas sepanjang bulan berjalan.
Proporsi BBM & Rasio Akhir
Total pengisian solar bulanan dipecah berdasarkan persentase jam kerja mesin (HM OB vs HM HL), lalu dipertemukan dengan hasil produksi untuk mendapatkan angka keekonomisan solar.
02 Logika Pencocokan Data Lintas Tabel & Formula Efisiensi
1. Metode Penjumlahan Volume dan Tonase (Sistem Saring Muatan)
Sistem melakukan perhitungan total volume (BCM) / Tonase (TON) dan total perjalanan (Ritase) secara terpisah untuk setiap nomor lambung alat.
2. Pemisahan Konsumsi Solar Antara Pengupasan dan Pengangkutan
Untuk mendapatkan nilai rasio yang adil pada unit yang bekerja ganda, total solar masuk (*Total Fuel*) didistribusikan secara proporsional menggunakan perbandingan jam hidup mesin efektif ( HM OB dan HM HL).
Alokasi solar berdasarkan aktivitas ( Fuel + Aktivitas ) inilah yang nantinya akan dibandingkan dengan total capaian volume dan tonase ( Total BCM / TON ) untuk mengukur berapa liter solar yang dihabiskan demi memindahkan setiap 1 BCM atau 1 TON material.
03 Spesifikasi Matriks Pemantauan Rasio Bahan Bakar Bulanan
Output akhir dari perhitungan indeks keekonomisan bahan bakar ini dikirim dan disajikan dalam format tabel monitoring dengan parameter data sebagai berikut :
| Variabel Laporan Monitor | Metrik Informasi Operasional | Logika & Batasan Validasi |
|---|---|---|
| Identitas & Posisi Kerja Unit | Menampilkan nomor lambung, tipe armada, serta status peran alat di lapangan (sebagai Loader atau Hauler). | Diurutkan secara otomatis berkelompok berdasarkan posisi kerja, lalu dilanjutkan berdasarkan urutan nomor unit. |
| Rekap Produksi Bulanan | Akumulasi total perjalanan (Ritase) serta total volume dan tonase (Total BCM / TON) sepanjang periode bulan terpilih. | Hanya menjumlahkan catatan lapangan yang memiliki nomor unit dan volume muatan yang jelas. |
| Log Frekuensi Operasional | Mencakup total berapa hari / shift unit aktif bekerja (Operasi) serta frekuensi pengisian bahan bakar (Refueling). | Dihitung otomatis melalui penyaringan teks aktivitas lapangan yang mengandung kode aktivitas ( OB / HL ). |
| Distribusi Jam & Alokasi BBM | Menampilkan total jam kerja mesin (HM OB & HL), persentase porsi kerja, dan estimasi beban solar bersih terpakai (Fuel Consumption). | Pembagian solar divalidasi silang menggunakan rasio jam kerja nyata untuk menjamin keakuratan biaya bahan bakar per aktivitas. |