Halaman ini menyajikan audit komprehensif penggunaan bahan bakar (solar) pada setiap unit alat berat selama periode bulan berjalan. Dokumen ini menjelaskan cara membaca kartu metrik efisiensi energi untuk mendeteksi konsumsi BBM pada masing masing aktivitas
Dalam sistem ini, aktivitas unit dibagi menjadi 3 (tiga) kategori utama :
🔹 1. General Hours (Aktivitas Umum/Pendukung)
🔹 2. Hauling Hours (Aktivitas Pengangkutan)
🔹 3. Overburden (OB) Hours (Aktivitas Pengupasan Tanah Pucuk)
Metodologi Distribusi Bahan Bakar (Fuel Distribution) Sistem menggunakan metode Proporsional Rata-rata berbasis Jam Kerja (HM) untuk mengalokasikan volume bahan bakar ke setiap aktivitas. Bahan bakar didistribusikan secara merata berdasarkan porsi kontribusi HM masing-masing aktivitas terhadap Refueling Hours (total jam kerja operasional yang dijadikan acuan pengisian).
A. Rekapitulasi Jam Kerja & Pengisian (Hours & Fuel Summary)
🔹 Operating Hours: Total akumulasi jam kerja mesin (HM) saat unit aktif bergerak melakukan produksi di lapangan (misal: 43,80 HM).
🔹 Refueling Hours: Total jam mesin (HM) yang tercatat di sistem pada saat unit melakukan antrean atau proses pengisian ulang bahan bakar di *fuel truck/station* (misal: 37,00 HM).
🔹 Total Fuel Refueled: Jumlah total volume solar dalam satuan Liter yang telah diisikan ke dalam tangki unit tersebut sepanjang bulan berjalan (misal: 542,00 L). Data ini ditarik langsung dari pencatatan aplikasi MCClog modul Refueling.
Untuk menghitung alokasi volume bahan bakar (dalam satuan Liter) yang digunakan khusus untuk aktivitas General, sistem mengalikan proporsi jam kerja General terhadap total jam operasional unit (Operating Hours) dengan jumlah total bahan bakar yang diisi:
Untuk menghitung persentase kontribusi jam kerja umum (General Activity) terhadap total jam operasional keseluruhan dari unit alat berat (Operating Hours):
Berikut adalah contoh penerapan rumus distribusi berdasarkan data aktual pada dashboard untuk memberikan visualisasi konkret:
Berdasarkan data dashboard bulan August 2026, berikut adalah variabel operasional yang tercatat pada sistem untuk unit DT-010:
Sistem menentukan persentase kontribusi aktivitas General terhadap total jam operasional berjalan (Operating Hours):
Sistem mengalokasikan volume solar dari total pengisian berdasarkan porsi persentase jam kerja yang didapatkan:
Sebagai pembanding efisiensi administrasi logistik di lapangan, berikut adalah rasio rata-rata konsumsi solar unit berdasarkan dua metode pencatatan jam kerja yang berbeda:
Untuk menghindari lonjakan grafik yang ekstrem dan bias akibat waktu pengisian solar yang tidak menentu (cut-off time distortion), MineGO menghitung konsumsi ini berdasarkan skala Periode Berjalan (Bukan Harian Mentah).
Sistem menerapkan gerbang pengunci otomatis (Data Gatekeeper) di belakang layar: Insight informasi Fuel baru akan dilepaskan dan dimunculkan pada dashboard apabila unit minimal telah mencatatkan 3 kali log HM Operasi di MCClog dan 3 kali transaksi pengisian solar di modul Refueling.
Penerapan ambang batas minimal 3 catatan ini memastikan hukum rata-rata statistik bekerja dengan sempurna, meredam gangguan data skala kecil (data noise), dan menjamin data tren efisiensi yang dibaca oleh manajemen memiliki tingkat validitas dan akurasi yang tinggi sejak awal kemunculannya.
🔹 Fuel Distribution: Sistem secara cerdas mengkalkulasi alokasi volume solar aktual (dalam Liter dan persentase %) yang benar-benar d ikonsumsi untuk aktivitas produktif berdasarkan rasio jam kerja (misal: 303,17 L atau 55,94% untuk DT-001).
🔹 Gap HM: Selisih jam mesin antara pencatatan waktu operasi dengan total HM berjalan. Nilai Gap HM yang tinggi (misal: 6,80 HM) mendeteksi durasi di mana mesin unit tetap hidup (*engine idle*) tetapi tidak menghasilkan ritase, yang berujung pada pemborosan solar sia-sia.
🔹 Operating & Refueling Frequency: Frekuensi/berapa kali unit tersebut tercatat melakukan aktivitas produksi dan berapa kali unit tersebut masuk ke pos pengisian bahan bakar sepanjang bulan berjalan (misal: 5x pengisian).
C. Indikator Efisiensi Bahan Bakar Utama (Fuel Ratio Analytics)Dua baris angka di bagian bawah kartu adalah indikator paling vital bagi manajemen untuk mengontrol biaya produksi per jam:
🔹 Operation (L / HM Kerja): Rasio konsumsi bahan bakar rata-rata (Liter per Jam) saat unit bekerja aktif di lapangan (misal: 12.37 L/HM). Semakin kecil angka ini, artinya penggunaan solar pada unit tersebut semakin efisien.
🔹 Refueling (L / HM Rest): Rasio konsumsi bahan bakar rata-rata (Liter per Jam) yang dihabiskan unit saat dalam kondisi standby/antre pengisian bahan bakar (misal: 14.65 L/HM). Jika angka rasio *Refueling* ini mendekati atau bahkan lebih besar dari rasio *Operation*, ini adalah alarm keras bagi manajemen bahwa terjadi pemborosan solar akibat antrean solar yang terlalu macet atau unit sengaja dihidupkan tanpa kerja dalam waktu terlalu lama.
D. Fitur Filter Analisis Multi-Periode🔹 Filter Bulan & Unit Type (Bagian Atas): Memungkinkan manajemen untuk melihat riwayat konsumsi solar pada bulan-bulan sebelumnya (misal: August 2026) serta menyaring tampilan khusus untuk melihat efisiensi grup komoditas tertentu (seperti hanya memunculkan unit Hauler/DT saja).
Halaman ini menyajikan metrik efisiensi biaya paling krusial dalam industri pertambangan, yaitu perhitungan rasio volume bahan bakar (solar) yang dihabiskan untuk setiap satu satuan volume produksi material (BCM) yang dipindahkan selama periode berjalan.
🔹 Overburden Hours: Durasi jam kerja efektif alat yang dialokasikan khusus untuk aktivitas pemindahan tanah/batuan penutup (misal: 24,50 HM).
🔹 Fuel Distribution: Total volume solar dalam satuan Liter dan persentase (%) yang secara proporsional dikonsumsi oleh unit untuk menghasilkan produksi BCM tersebut (misal: 303,17 L atau 55,9% untuk DT-001).
🔹 Total BCM & Total Ritase: Akumulasi volume hasil pemindahan material (672,00 BCM) dan jumlah total ritase pengangkutan (56 Rit) yang dihasilkan unit sepanjang bulan berjalan.
🔹 Operating & Refueling Frequency: Jumlah intensitas unit saat bekerja dan melakukan pengisian BBM untuk memastikan validitas sebaran data statistik bulanan.
Kotak biru besar di bagian bawah setiap kartu adalah metrik finansial utama operasional tambang:
🔹 Overburden Fuel Ratio (L / BCM): Jumlah liter solar yang dikonsumsi unit untuk memindahkan setiap 1 BCM material (misal: 0.45 L/BCM pada DT-001 atau 0.44 L/BCM pada DT-002).
Cara Evaluasi: Manajemen menetapkan batas atas (budget/target) Fuel Ratio di awal proyek (misalnya target site adalah 0.45 L/BCM). Melalui layar ini, manajemen bisa langsung melakukan red-flag (peringatan) jika ada unit yang melompat ke angka 0.50 L/BCM (seperti pada DT-004 hingga DT-006) karena itu berarti terjadi pemborosan solar per BCM sebesar 11% yang langsung memotong profit perusahaan.
🔹 Filter Bulan & Unit Type (Bagian Atas): Digunakan untuk melakukan audit performa komparatif. Manajemen dapat membandingkan apakah *Fuel Ratio* bulan ini lebih baik atau lebih buruk dari bulan lalu, serta memilah performa rasio khusus grup alat tertentu.